Kamis, 17 Oktober 2013

PERMASALAHAN KESEHATAN WANITA DALAM DIMENSI SOSIAL DAN UPAYA MENGATASINYA "SINGLE PARENT"






KONSEP KELUARGA
Konsep keluarga bukan lagi kaku secara teori konvensional bahwa keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak kandung. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dalam suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. (depkes RI 1998)


FUNGSI KELUARGA MENURUT WHO
  • Fungsi Biologis
  • Fungsi Psikologis
  • Fungsi Sosial Budaya
  • Fungsi Sosial Ekonomi
  • Fungsi Pendidikan
Single parent adalah seorang ayah atau seorang ibu yang memikul tugasnya sendiri sebagai kepala keluarga sekaligus ibu rumah tangga.


PENYEBAB SINGLE PARENT
  • Perceraian
  • Kematian
  • Kehamilan Diluar nikah

Bagi seorang wanita atau laki-laki yang tidak mau menikah, kemudian mengadopsi anak orang lain (majalah ayah bunda). Untuk menjadi seorang single parent mempunyai tantangan yang sangat berat, mereka harus mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka sendiri tanpa bantuan dari pasangannya . sepertinya tak mudah untuk menyandang setatus ini di tengah-tengah masyarakat kita yang masih memandang sebelah matan akan keberadaan mereka, dan harus menerima cap negative dari lingkungannya.
         Tentunya seorang ibu tidak berharap menjadi single parent, keluarga lengkap pastilah idaman setiap orang, namun ada kalanya nasip berkehendak lain. Menjadi single parent dalam sebuah rumah tangga tentu saja tidak mudah, harus membutuhkan perjuangan yang berat untuk membesarkan anak, termasuk memenuhi kebutuhan hidup kelurga dan yang lebih memberatkan lagi adalah angapan-angapan dari lingkungan yang sering memojokkan para ibu single parent, hal tersebut bias jadi akan mempengaruhi kehidupan sianak. Disaat-saat lingkungan tidak derpihak,terkadang seorang ibu takut jika hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan anak-anaknya, sehingga diperlukan sikap kuat dan tegar terhadap setiap tantangan hidupnya sebagai teladan bagi anak-anaknya.
         Single parent yang terpisah dengan pasangan karena bekerja/belajar di kota/Negara lain, memiliki beberapa masalah, seperti : merasa kesepian, tidak terpenuhi kebutuhan seks sementara secara de jure ia seharusnya bias mendapatkan pemenuhan kebutuhan seks dari pasangannya. Saat pasangannya berada jauh darinya, ia juga merasa berat membesarkan anaknya senduri.
         Seseorang yang menjadi single parent karena kematian juga mengalami masalah yang berat. Kematian pasangan yang mendadak membuat ia tidak siap menerima kenyataan. Namun jika mendapat pelayanan pendampingan/konselig yang tepat, ia dapat melalui masa-masa gelapnya.idealnya, ia harus mendapatkan konseling kedudukan yang tepat sehingga kedudukannya tidak berlarut-larut ( tidak lebih dari 6 bulan ). Kedudukan yang berlarut-larut memperlambat pemulihan hati anak-anaknya. Selain itu,beberapa single parent yang di tigal mati pasangannya mengalami masalah keuangan dan merasa kesepian.
        Dibandingkan dengan kedua jenis single parent di atas, single parent yang berpisah dengan pasangannya karena perceraian, memiliki masalah yang lebih serius lagi. Setidaknya saya mencatat ada 6 masalah besar, yaitu :
  • Masalah emosional
  • Masalah hukum (Hak asuh dll)
  • Menjalin hubungan baik dengan dengan mantan suami/istri
  • Menghadapi anak
  • Masalah dengan lingkungan
  • Masalah dengan keuangan

Kondisi emosional single parent pasca perceraian :
  • Kecewa
  • Marah
  • Mencari Kambing Hitam
  • Membenci mantan suami/istri
  • Cemburu terhadap rivalnya
  • Mudah marah kepada anak-anak
  • Luka bathin/trauma
  • Kesepian
  • Merasa tidak berharga
  • Merasa teraniaya oleh lingkungan
  • Mengasihani dirinya sendiri
Masalah single parent pasca cerai dengan suaminya :
  1. Single parent yang belum mengih membenci mantan suami/istrinya akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak-anaknya.
  2. Single parent seringkali tidak menyadari bahwa ia bukan "Superman/Super Women/ Wonder Women" sehingga di depan anak-anaknya ia berusaha menunjukkan dirinya perkasa dan dapat menyelesaikan segala sesuatu tanpa orang lain. Ia tidak melihat bahwa anak-anaknya memerlukan tokoh pengganti ayah/ibu.
Single parents paska perceraian juga mengalami masalah dengan mantan pasangannya. Karena pengalaman pahitnya,seseorang single parensnya sering tidak menyadari bahwa sejelek apapun mantan suami/istri ia tetap ibu/ayah dari anak-anaknya. Sebelum single parens mengampuni mantan pasangannya, ia cenderung ingin balas dendam. Beberapa single parens bahkan berusaha melakukan balas dendam kepada pasangannya dengan memanfaatkan anak-anaknya.
Apa yang dibutuhkan seseorang single parents saat mengalami situasi yang sulit pasca perceraian ?
  • Single parent perlu menjalani konseling pribadi untuk membagi beban
  • Jika diperlukan, single parent juga bias menjalani terapi untuk recovery dari trauma-traumanya.
  • Mendidik anak bersama pasangan saja tidak mudah, apa lagi menjadi single parent yang harus membesarkan dan mengasuh anak seorang diri.
  • Untuk mengatasi masalah ekonomi, seorang single parent membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan atau memanfaatkan talentnya dalam kegiatan-kegiatan produktif.

Dampak Single Parent Dikaitkan Dengan Fungsi Keluarga :
  • Fungsi seksual dan reproduksi
  • Fungsi sosialisasi
  • Fungsi ekonomi
  • Fungsi budaya
  • Fungsi edukasi
  • Fungsi agama
  • Fungsi perlindungan

Hal-hal yang perlu dilakukan oleh single parent
1. Keterbukaan
  • Menyandang status single parent (janda/duda) sebenarnya bukanlah suatu hal yang harus ditutup-tutupi. Ketika masyarakat menilai status itu dengan prasangka negatif, sebagian orang justru bisa menunjukan bahwa menjadi single parent justru bukan sesuatu yang buruk.
2. Mengisi Waktu
  • Sebagai manusia biasa, kehilangan pasangan hidup bisa menimbulkan rasa kesepian, rasa kesendirian yang mendalam biasanya muncul ketika dia sedang dilanda masalah.
3. Membuka Diri Untuk Masa Depan
  • Berbagi cerita dengan orang-orang yang bernasib sama adalah salah satu terapi yang bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan psikologis. Kegiatan ini juga dilakukan oleh mereka yang tidak siap menjalani statusnya sebagai single parent (janda/duda). Melalui komunitas berbagi ini mereka dapat membuka diri untuk pergaulan meski tetap masih memilih-milih teman.
4. Siapkan Mental
  • Siapapun tak mau menjadi sigle perent seorang single perent harus siap menjadi ibu sekaligus menjadi ayah bagi anak-anak.
5. Jaga Kesehatan
  • Boleh saja bekerja keras,tetapi juga harus menjaga kesehatan.Karena kesehatan merupakan hal yang penting bagi seseorang.
6. Tahan Banting
  • Menjadi single perent harus tahan banting.Tahan dari segala cobaan,ucapan/gossip yang tidak benar.
7. Tegar
  • Sebagai single perent ,harus tegar dalam berbagai situasi bila selama ini sering menyelesaikan keluarga dengan suami,sekarang harus menghadapinya sendiri.Dan jangan mudah putus asa . Dan yakin bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
8. Jangan Gegabah
  • Jangan gegabah cepat-cepat mencari pengganti suami.Banyak hal yang harus dipertimbangkan jika ingin memulai hidup baru.


Hal-Hal Yang Harus DiPerhatikan Oleh Single Parent Berkaitan Dengan Anaknya
  • Selain berharap ayah dan ibunya berumur panjang, anak-anak mengharapkan kedua orang tuanya itu senantiasa hadir ditengah-tengah mereka
  • Terjadinya kesepahaman antara suami dan isteri dalam berbagai hal yang berhungan dengan kehidupan pribadi dapat berpengaruh pada diri anak
  • Terdapatnya sistem dan aturan yang sama dalam membina rumah tangga dan mendidik anak bukan berarti meniadakan sistem dan aturan yang lain
  • Tersedianya berbagai perlengkapan rumah tangga tentunya untuk kehidupan yang wajar dan tidak bermegah-megahan
  • Adanya rasa kasih sayang yang bersumber dari keyakinan dan keimanan, inilah yang akan mempersatukan suami dan isteri dengan anggota keluarga yang lain

Dilema Anak
Selain berbagi kiat cara menghadapi stigma sosial, komunitas tersebut juga dapat saling memberikan masukan tentang bagaimana menjadi orang tua tunggal, untuk selalu terbuka dengan anaknya dalam berbagai masalah.


Mental Anak
  • Ketidakhadiran ayah bagi anak perempuan tidak memberi dampak yang besar dibandingkan dengan ketidakhadiran ayah pada anak laki-laki.
  • Jangan mengevaluasi anak dengan kata-kata yang negatif sehingga anak-anak kehilangan kepercayaan diri
  • Libatkan dia dengan lingkungan keluarga yang memiliki anak laki-laki dan izinkan dia untuk mengambil keputusan atas nama dan untuk dirinya sendiri

Dampak Single Parent Bagi Perkembangan Anak
  • Tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik sehingga anak kurang dapat berinteraksi dengan lingkungan, menjadi minder dan menarik diri
  • Pada anak single parent dengan ekonomi rendah, biasanya nutrisi tidak seimbang sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan terganggu
  • Single parent kurang dapat menanamkan adat istiadat dan murung dalam keluarga, sehingga anak kurang dapat bersopan santun dan tidak meneruskan budaya keluarga, serta mengakibatkan kenakalan karena adanya ketidakselarasan dalam keluarga
  • Dibidang pendidikan, single parent sibuk untuk mencari nafkah sehingga pendidikan anak kurang sempurna dan tidak optimal
  • Dasar pendidikan agama pada anak single parent biasanya kurang sehingga anak jauh dari nilai agama
  • Single parent kurang bisa melindungi anaknya dari gangguan orang lain, dan bila dalam jangka waktu lama, maka akan menimbulkan kecemasan pada anak atau gangguan psikologis yang sangat berpengaruh pada perkembangan anak

Dampak Single Parent Terhadap Ibu
  • Beban ekonomi
  • Fungsi seksual dan reproduksi
  • Hubungan dalam interaksi sosial


Ciri Keluarga Single Parent Yang Berhasil
  • Menerima tantangan yang ada selaku single parent dan berusaha melakukan dengan sebaik-baiknya
  • Pengasuhan anak merupakan prioritas utama
  • Disiplin diterapkan secara konsisten dan demokratis, orang tua tidak kaku dan tidak longgar
  • Menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan pengungkapan perasaan
  • Mengakui kebutuhan untuk melindungi anak-anaknya
  • Membangun dan memelihara tradisi dan ritual dalam keluarga
  • Percaya diri selaku orang tua dan independent
  • Berwawasan luas dan beretika positif
  • Mampu mengelola waktu dan kegiatan keluarga

6 Karakter Dalam Keluarga Single Parent Yang Prima
  • Adanya kualitas waktu yang dihabiskan bersama dalam anggota keluarga.
  • Memberikan perhatian lebih, termasuk dalam hal-hal kecil, seperti meninggalkan pesan yang melukiskan perhatian dari orang tua
  • Keluarga yang prima adalah keluarga yang saling komitmen satu sama lainnya
  • Menghormati satu sama lain, contohnya : dengan mengucapkan atau mengekspresikan rasa sayang kepada anak-anak, mengucapkan terima kasih pada saat anak-anak selesai melakukan tugas yang diberikan
  • Kemampuan berkomunikasi penting dalam membangun keluarga yang prima
  • Kondisi krisis dan stress dianggap sebagai tahapan kesempatan untuk terus berkembang

Pentingnya Konseling Untuk Single Parent :
  • Menyesuaikan diri terhadap lingkungan
  • Penerimaan ibu dan anak dalam lingkaran keluarga
  • Masuk dalam lingkungan keluarga/masyarakat secara wajar
  • Upaya menyatukan kembali keluarga, bagi keluarga mereka yang ditelantarkan suami/ayah.